Biskuit Oreo

biskuit oreo

biskuit oreo

Pagi hari adalah saat yang tepat untuk sarapan :), karena selain sarapan itu menyehatkan, kabarnya juga dapat menghindarkan kita dari kegemukan. Setiap orang yang rutin sarapan punya favorit sendiri, kalau saya sekarang lagi suka sarapan biskuit Oreo. Karena sifatnya yang segera mencair di mulut setelah dikunyah, sehingga lebih mudah dicerna dipagi hari. Saya lebih memilih menu sarapan yang mudah dicerna dipagi hari dari pada langsung makan nasi ataupun menu berat lainnya.

Biskuit Oreo yang beredar di Indonesia adalah produk dari Kraft, saya lebih mengenal brand ini sebagai produsen keju. Dikembangkan dan mulai diproduksi pada 1912, kini Oreo telah menjadi biskuit yang populer dimasyarakat dan telah dipasarkan di lima benua.

biskuit oreo

biskuit oreo

Saya tau tentang oreo mungkin lebih sekitar 10 tahun yang lalu dari iklannya di tv yang sempat menjadi candaan remaja maupun dewasa yaitu “diputar, dijilat, trus dicelupin”. Pada faktanya saya makan biskuit oreo dengan cara saya sendiri yaitu “langsung dimasukin” ke dalam mulut. Mengapa saya pilih makan dengan cara itu karena sifat biskuit oreo yang rapuh sehingga bisa menimbulkan rimah makanan yang dapat mengundang datangnya semut, kemudian saya juga memberikan jeda beberapa saat antar setiap lapis biskuit, karena menurut saya biskuit oreo tidak cocok jika dimakan dengan terburu-buru, harus dinikmati, dan diresapi, hehehe… 😀

Tentunya setiap orang punya ide masing-masing untuk makan biskuit oreo yang menyenangkan. Mulai dari anak kecil, remaja abg hingga orang dewasa pasti pernah mencicipi biskuit ini. Cakupan pasarnya yang luas menjadikan produk ini dapat bertahan di pasar Indonesia yang sarat dengan produk baru setiap tahunnya. Rasa biskuit oreo yang mudah dimulut dan dapat dikonsumsi oleh siapa saja menjadikannya tetap bertahan di pasaran.

Biskuit oreo sepanjang yang saya tau aman dikonsumsi dan belum pernah tersenggol kontroversi halal atau tidak halal di Indonesia, hal ini merupakan salah satu komponen penting untuk menjaga kesuksesan produk makanan di Indonesia maupun di negara mayoritas muslim lainnya.

This entry was posted in my life, umum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>